Malorum - The Battle Archfiend 2026
Tracklist
01. Unholy Chants In the Night's Embrace 03:21
02. Shattered the Faith 05:48
03. Bloodied Skies 07:29
04. Wretched Relics of a Dying Creed 11:09
05. Invoke the Infernal Flame 06:16
06. Whispers Dark From the Abyss 04:21
Total Runningtime 00:38:26
Tracklist
01. Unholy Chants In the Night's Embrace 03:21
02. Shattered the Faith 05:48
03. Bloodied Skies 07:29
04. Wretched Relics of a Dying Creed 11:09
05. Invoke the Infernal Flame 06:16
06. Whispers Dark From the Abyss 04:21
Total Runningtime 00:38:26
Memperkenalkan Debut full album pertama " The Frozen Forest Burn " yang dirilis tahun 2023 silam, MALORUM yang mengawali eksistensi-nya sejak 2006 an mungkin terlalu lambat dalam mendedikasikan karya-nya karena melewati segala kesibukan yang panjang. Konseptual Black Metal yang dirancang bernuansa dan menyebarkan atmosfir kegelapan mencekam tanpa kompromi udah diperkenalkan ke-biadab-annya. bermain dan mengkomposisi ciptaan kebencian dalam relung hati terdalam adalah dasar manusiawi seorang manusia yang sudah terlalu banyak dikecewakan dalam segala kebaikannya, simbiosis kehidupan yang menciptakan " Monster " mengerikan dalam berfikir haruslah menjadi bagian dalam kehidupan fana ini. Konsep Black Metal sejak awal memang tidak pernah diciptakan untuk menghibur orang yang hidupnya terlalu nyaman. Ia lahir dari rahim kegelapan, dari kepala yang penuh dendam, dan dari hati yang terlalu sering dipermainkan oleh absurditas kehidupan. Jadi ketika sebuah karya Black Metal dirancang dengan atmosfer mencekam tanpa kompromi, itu bukan sekadar estetika, itu semacam laporan jujur tentang manusia yang sudah terlalu lama menelan kekecewaan. Karena di titik ini, musik tidak lagi sekadar bunyi. Ia berubah menjadi komposisi kebencian yang diracik rapi, dimainkan dengan kesadaran penuh bahwa kebaikan sering kali hanya berakhir sebagai bahan olokan dunia. Sarkasnya sederhana: manusia diajari berbuat baik, tapi dunia membalas dengan pengkhianatan. Maka jangan heran jika dari relung hati terdalam MALORUM konsis melahirkan sesuatu yang lebih gelap dari sebuah ekspresi musikal yang dingin, kejam, dan sangat sadar diri.
Ironinya, monster yang muncul dalam pikiran itu bukan makhluk asing. Ia adalah produk alami dari simbiosis kehidupan itu sendiri: tekanan sosial, ekspektasi moral, dan kekecewaan yang menumpuk seperti karat di jiwa. Dalam lanskap ini, MALORUM hanya bertindak sebagai medium intelektual yang jujur mengartikulasikan sisi paling pahit dari eksistensi manusia tanpa perlu berpura-pura suci. Jadi ketika kegelapan itu disebarkan melalui komposisi yang biadab dan atmosfer yang menyesakkan, sebenarnya kita hanya sedang melihat refleksi paling telanjang dari manusia modern. Bukan setan, bukan mitos, melainkan manusia yang akhirnya berhenti berpura-pura baik, dan memilih merayakan monster yang sejak lama tumbuh diam-diam di dalam kepalanya.
Menandai eksistensinya di tahun 2026, MALORUM kembali muncul bukan untuk basa-basi musikal, melainkan membawa endapan kelam yang sudah terlalu lama difermentasi dalam ruang sunyi. Setelah melalui proses yang tidak singkat, baik secara komposisi maupun ideologis dari semua ampas kegelapan itu akhirnya dipadatkan dalam satu rilisan penuh bertajuk " The Battle Archfiend ". Materi album baru ini tidak mencoba terdengar ramah, apalagi optimistis. Sebaliknya, ia menyajikan lanskap konseptual tentang peradaban manusia yang makin hari makin tampak seperti eksperimen gagal. Kekecewaan kolektif, kehancuran moral, dan kemunafikan sosial diramu menjadi narasi besar yang secara sarkas menyimpulkan satu hal sederhana: ketika dunia terlalu sering mengkhianati idealisme, sebagian manusia akan berhenti berharap dan mulai bersekutu dengan kegelapan.
Secara intelektual, konsep yang dibangun dalam " The Battle Archfiend " tidak sekadar menjual aura gelap sebagai gimmick estetika. Ia justru memotret transformasi psikologis manusia dari makhluk yang dulu percaya pada kebaikan, menjadi entitas yang memilih berdamai dengan sisi paling brutal dari pikirannya sendiri. Sebuah evolusi mental yang, ironisnya, terasa semakin relevan di tengah realitas modern yang absurd. Jadi ketika MALORUM kembali menabuh genderang eksistensinya, pesan yang mereka bawa sebenarnya cukup jelas: kegelapan bukan lagi metafora. Ia telah menjadi pilihan sadar bagi mereka yang terlalu lama menyaksikan dunia runtuh dari dalam. Dan album ini hanyalah dokumentasi sonik dari proses perubahan itu, dingin, pahit, dan tanpa sedikit pun niat untuk menyadari kebenaran yang hakiki.
Ironinya, monster yang muncul dalam pikiran itu bukan makhluk asing. Ia adalah produk alami dari simbiosis kehidupan itu sendiri: tekanan sosial, ekspektasi moral, dan kekecewaan yang menumpuk seperti karat di jiwa. Dalam lanskap ini, MALORUM hanya bertindak sebagai medium intelektual yang jujur mengartikulasikan sisi paling pahit dari eksistensi manusia tanpa perlu berpura-pura suci. Jadi ketika kegelapan itu disebarkan melalui komposisi yang biadab dan atmosfer yang menyesakkan, sebenarnya kita hanya sedang melihat refleksi paling telanjang dari manusia modern. Bukan setan, bukan mitos, melainkan manusia yang akhirnya berhenti berpura-pura baik, dan memilih merayakan monster yang sejak lama tumbuh diam-diam di dalam kepalanya.
Menandai eksistensinya di tahun 2026, MALORUM kembali muncul bukan untuk basa-basi musikal, melainkan membawa endapan kelam yang sudah terlalu lama difermentasi dalam ruang sunyi. Setelah melalui proses yang tidak singkat, baik secara komposisi maupun ideologis dari semua ampas kegelapan itu akhirnya dipadatkan dalam satu rilisan penuh bertajuk " The Battle Archfiend ". Materi album baru ini tidak mencoba terdengar ramah, apalagi optimistis. Sebaliknya, ia menyajikan lanskap konseptual tentang peradaban manusia yang makin hari makin tampak seperti eksperimen gagal. Kekecewaan kolektif, kehancuran moral, dan kemunafikan sosial diramu menjadi narasi besar yang secara sarkas menyimpulkan satu hal sederhana: ketika dunia terlalu sering mengkhianati idealisme, sebagian manusia akan berhenti berharap dan mulai bersekutu dengan kegelapan.
Secara intelektual, konsep yang dibangun dalam " The Battle Archfiend " tidak sekadar menjual aura gelap sebagai gimmick estetika. Ia justru memotret transformasi psikologis manusia dari makhluk yang dulu percaya pada kebaikan, menjadi entitas yang memilih berdamai dengan sisi paling brutal dari pikirannya sendiri. Sebuah evolusi mental yang, ironisnya, terasa semakin relevan di tengah realitas modern yang absurd. Jadi ketika MALORUM kembali menabuh genderang eksistensinya, pesan yang mereka bawa sebenarnya cukup jelas: kegelapan bukan lagi metafora. Ia telah menjadi pilihan sadar bagi mereka yang terlalu lama menyaksikan dunia runtuh dari dalam. Dan album ini hanyalah dokumentasi sonik dari proses perubahan itu, dingin, pahit, dan tanpa sedikit pun niat untuk menyadari kebenaran yang hakiki.
Malorum - The Frozen Forest Burn 2023
Tracklist
01. Blessings on the funeral of Dead - Introduction 01:16
02. Impaled the Slaves 05:45
03. Glorify to the Great Lord Beast 06:52
04. Bless this Earth with Fire 04:45
05. The Heacy Penumbrae 12:15
06. Conjure the Evil 09:01
Total Runningtime 00:39:57
Mengutip dari Suwung: The Science of Truth karya Dewantoro (2022: 281), sisi gelap adalah segala bentuk luka jiwa atau trauma psikologis pada manusia. Setiap trauma psikologis tentu mempunyai perasaan yang berbeda-beda dan umumnya merupakan perasaan yang negatif. Contoh perasaan negatif adalah emosi berupa marah, kecewa, dendam, dan sedih yang tertahan alias tidak tersampaikan. Kumpulan emosi negatif itulah yang dapat membentuk sisi gelap manusia. Namun, tidak semua manusia menyadari sisi gelap yang ada pada dirinya. Mengutip dari laman mbgmindfulness (Regan, 2021), pada laman tersebut, seorang psikolog klinis bernama Claire Nicogossian mengemukakan bahwa manusia sering tidak mau mengakui, mengidentifikasi, atau merangkul sisi tersebut. Padahal setiap manusia mempunyai pilihan untuk merangkul hal itu. Berdasarkan penjelasan ringkas mengenai definisi sisi gelap, setiap orang dapat memahami bahwa manusia bisa saja memiliki sisi gelap. Pasalnya, sebagai makhluk yang mempunyai psikis, manusia bisa saja mengalami trauma psikologis.
Demikian dapat dipahami pula bahwa memiliki sisi gelap bukan merupakan aib atau kondisi yang tabu karena hal itu bisa saja terjadi pada setiap manusia. Jika memiliki sisi gelap, manusia dapat melakukan upaya untuk merangkulnya. Berdasarkan penjelasan ringkas di atas, dapat dipahami bahwa sisi gelap adalah hal yang bisa saja terjadi pada setiap manusia. Tugas manusia sebagai individu adalah mencoba merangkulnya dan berdamai dengannya agar hidup menjadi lebih tenang. Sisi gelap adalah bagian dari diri manusia yang sering dikesampingkan, baik itu secara sadar maupun tidak. Layaknya analogi kondisi gelap, sisi gelap manusia umumnya tidak terlihat sehingga banyak orang yang tidak terlalu peduli. Padahal pada kenyataannya, sisi gelap manusia bisa saja muncul dan tetap terlihat. Pasalnya, sisi gelap dapat terbentuk dari kumpulan emosi negatif dalam diri manusia sehingga memiliki kemungkinan untuk muncul dan tampak ke permukaan.
Official Information
https://malorum666.blogspot.com
JUST For more official information, please click & visit :
http://www.reprisalpromotions.com
https://reprisalpromotions.bandcamp.com
https://www.facebook.com/ReprisalPromotions
Tracklist
01. Blessings on the funeral of Dead - Introduction 01:16
02. Impaled the Slaves 05:45
03. Glorify to the Great Lord Beast 06:52
04. Bless this Earth with Fire 04:45
05. The Heacy Penumbrae 12:15
06. Conjure the Evil 09:01
Total Runningtime 00:39:57
Mengutip dari Suwung: The Science of Truth karya Dewantoro (2022: 281), sisi gelap adalah segala bentuk luka jiwa atau trauma psikologis pada manusia. Setiap trauma psikologis tentu mempunyai perasaan yang berbeda-beda dan umumnya merupakan perasaan yang negatif. Contoh perasaan negatif adalah emosi berupa marah, kecewa, dendam, dan sedih yang tertahan alias tidak tersampaikan. Kumpulan emosi negatif itulah yang dapat membentuk sisi gelap manusia. Namun, tidak semua manusia menyadari sisi gelap yang ada pada dirinya. Mengutip dari laman mbgmindfulness (Regan, 2021), pada laman tersebut, seorang psikolog klinis bernama Claire Nicogossian mengemukakan bahwa manusia sering tidak mau mengakui, mengidentifikasi, atau merangkul sisi tersebut. Padahal setiap manusia mempunyai pilihan untuk merangkul hal itu. Berdasarkan penjelasan ringkas mengenai definisi sisi gelap, setiap orang dapat memahami bahwa manusia bisa saja memiliki sisi gelap. Pasalnya, sebagai makhluk yang mempunyai psikis, manusia bisa saja mengalami trauma psikologis.
Demikian dapat dipahami pula bahwa memiliki sisi gelap bukan merupakan aib atau kondisi yang tabu karena hal itu bisa saja terjadi pada setiap manusia. Jika memiliki sisi gelap, manusia dapat melakukan upaya untuk merangkulnya. Berdasarkan penjelasan ringkas di atas, dapat dipahami bahwa sisi gelap adalah hal yang bisa saja terjadi pada setiap manusia. Tugas manusia sebagai individu adalah mencoba merangkulnya dan berdamai dengannya agar hidup menjadi lebih tenang. Sisi gelap adalah bagian dari diri manusia yang sering dikesampingkan, baik itu secara sadar maupun tidak. Layaknya analogi kondisi gelap, sisi gelap manusia umumnya tidak terlihat sehingga banyak orang yang tidak terlalu peduli. Padahal pada kenyataannya, sisi gelap manusia bisa saja muncul dan tetap terlihat. Pasalnya, sisi gelap dapat terbentuk dari kumpulan emosi negatif dalam diri manusia sehingga memiliki kemungkinan untuk muncul dan tampak ke permukaan.
Official Information
https://malorum666.blogspot.com
JUST For more official information, please click & visit :
http://www.reprisalpromotions.com
https://reprisalpromotions.bandcamp.com
https://www.facebook.com/ReprisalPromotions

